Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki Terus Terjadi, Status Naik ke Level Awas /p>
FLORES TIMUR – Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini mengalami aktivitas erupsi yang signifikan. Pada Senin dini hari, 19 Mei 2025, pukul 00.00 WITA, gunung ini meletus dengan disertai asap kawah yang tebal. Asap yang dikeluarkan berwarna putih dan terlihat dengan tinggi mencapai 1.000 hingga 1.500 meter di atas puncak kawah.
Pengamatan terbaru dari para ahli menunjukkan bahwa cuaca saat tersebut cukup cerah meskipun ada awan. Angin bertiup dengan lemah, mengarah ke utara dan timur laut, yang berpotensi mempengaruhi penyebaran material vulkanik. Fenomena ini menarik perhatian, sebab letusan yang terjadi tidak hanya mengeluarkan asap, tetapi juga suara gemuruh yang terdengar hingga radius tertentu dari lokasi.
Aktivitas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Sejak awal erupsi, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Herman Yosef Mboro, seorang pengamat gunung berapi, menyatakan bahwa status gunung telah berubah menjadi level IV atau awas. Keadaan ini menandakan bahwa masyarakat di sekitar perlu mengambil langkah yang proaktif untuk memastikan keselamatan. Dengan suara gemuruh yang terdengar kuat dari Pos PGA Lewotobi, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawasan tersebut.
Penelitian lebih lanjut dan pemantauan rutin dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat muncul. Dalam konteks pengamatan ini, penting pula bagi masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Isu-isu yang tidak jelas sumbernya dapat memperkeruh keadaan, oleh karena itu kesadaran akan informasi yang akurat sangat diperlukan.
Potensi Bahaya dan Imbauan kepada Masyarakat
Selain dari asap yang dihasilkan oleh letusan, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Daerah sekitar seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, dan sekitarnya menjadi titik yang harus diperhatikan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung berpotensi mengalami banjir lahar hujan yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Tindakan preventif sangat penting. Pemerintah lokal dan pihak berwenang mengingatkan pentingnya tidak hanya pemantauan aktif terhadap perkembangan gunung, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat saling berkomunikasi dan berbagi informasi terkini guna meminimalisir dampak yang timbul dari letusan yang sedang berlangsung tersebut.
Penutup dari situasi ini adalah bahwa kesadaran dan tindakan kolektif masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan memahami potensi bahaya dan mengikuti arahan yang ada, kita dapat bersama-sama melalui masa sulit ini. Keselamatan adalah prioritas utama, dan dengan pengetahuan serta kewaspadaan, kita dapat menghadapi tantangan yang diberikan oleh alam.